Just another WordPress.com site

Penghormatan Alam Semesta dalam Puncak Ritual Pengantin Baru

Prosesi panggih, bertemu dalam upacara sakral

Setelah pernikahan secara resmi dalam bentuk ijab di depan penghulu selesai dilaksanakan, acara yang sangat besar maknanya adalah upacara panggih, dipertemukannya kedua pengantin di depan masyarakat yang diwakili oleh para undangan yang hadir. Penganten pria dengan busana raja didampingi wakil keluarga mendatangi tempat tinggal perempuan yang diwujudkan dalam ruangan perjamuan pernikahan.

Pengantin wanita dengan busana ratu berdiri dari kursi pelaminan dan menghampiri rombongan pengantin pria didampingi wakil keluarga putri. Setelah kedua wakil bertegur sapa dan “sepakat” maka acara dilanjutkan. Kedua pengantin saling melempar daun suruh yang diikat lawe, kain benang putih dan dilanjutkan dengan acara puncak ritual wiji dadi. Pengantin pria menginjak telor ayam dan kemudian pengantin putri membersihkan kaki pengantin putra dengan air bunga. Selanjutnya kedua penganten diantar orang tua putri duduk di kursi pelaminan.

 

Benih Kehidupan dalam sebutir telor

Ada beberapa tahapan penting dalam kehidupan menurut nenek moyang kita yang perlu diperingati, yaitu: kelahiran, perkawinan dan kematian. Perkawinan memegang peranan penting, karena seorang pria dan gadis lajang membuang status kesendiriannya dan mengarungi kehidupan bersama. Selanjutnya, hasrat hidup bersama tersebut akan membuahkan putera-puteri yang sifat genetiknya mewakili kedua mempelai.

Telor ayam adalah sari kehidupan ayam untuk melestarikan jenisnya. Di dalam telor terdapat potensi sumber kehidupan yang akan berkembang menghasilkan generasi baru. Dalam cerita leluhur, asal muasal Semar, Bathara Guru, Bumi, Langit dan Waktu dari telor yang merupakan perwujudan Keberadaan yang mengada. Demikian pula Cerita Kemunculan Dewa Osiris dan Isis di Mesir dan Dewa Brahma di India juga dikaitkan dengan telor. Di dalam telor terdapat potensi kekuasaan Mencipta, Memelihara dan Mendaur Ulang. Kegiatan tubuh manusia juga terdiri dari kegiatan mencipta, memelihara dan mendaur ulang. Kegiatan manusia juga dapat dibagi dalam kegiatan mencipta, memelihara dan mendaur ulang.

Pada waktu SMA dulu, Guru biologi menjelaskan tentang istilah Omni vivum ex ovo. Kehidupan berasal dari telor. Telor mengandung benih kehidupan, akan tetapi kehidupan juga menghasilkan saripati, dan saripati makanan berwujud telor yang akan melestarikan kehidupan populasi kelompok. Seorang pematung memecah telor blueprint yang sudah berkembang dalam otaknya menjadi patung. Seorang penulis memecah telor imaginasi dalam pikirannya menjadi buku atau artikel. Sehingga hasil karya manusia disebut off spring, keturunan, hasil ciptaan. Lambang dari penciptaan adalah adalah telor. Telor adalah lambang hasrat untuk mewujud.

Telor juga melambangkan bumi. Kulit telor melambangkan kulit, permukaan bumi. Sedangkan putih telor melambangkan isi bumi dan kuning telor melambangkan magma cairan sangat panas di pusat bumi. Telur yang direbus akan menjadi mati. Demikian pula global warming menyebabkan bumi panas seperti direbus dan bumi akan mati.

Telor adalah lambang kesempurnaan. Bentuk yang ellips, lonjong hampir bulat, sebuah tekanan yang diberikan kepadanya akan didistribusikan ke seluruh dinding telor. Air yang menetes pada telur selalu dialirkan kesamping dan akhirnya terbuang. Bentuk lonjong, bentuk bulat adalah bentuk alami. Telor juga merupakan simbol ruang. Kehidupan dalam telor dibatasi oleh kulit telor. Ruang Angkasa, alam semesta ini mestinya juga ada batasnya, dan dikatakan para scientist selalu berkembang. Yang tidak mempunyai batas dan selalu merupakan misteri dan otak manusia tidak dapat memahaminya sering disebut Keberadaan, Gusti.

 

 

Hewan asli di wilayah Nusantara adalah ayam, dan telur merupakan saripati ayam, bakal ayam. Hewan di padang pasir dikaitkan dengan domba, atau anak domba dan gembala, demikian pula hewan di daerah dingin kadang disimbolikkan dengan panda.

Anak ayam yang menetas setelah masa tertentu harus memecah kulit telor dengan kekuatan diri sendiri. Sebuah simbol spiritual yang luar biasa. Dipecahkan dari luar tidak bisa, tergantung dari pihak luar tidak bisa. Luar hanya memberikan situasi lingkungan, derajat kehangatan yang kondusif yang diwujudkan dengan pengeraman induk ayam atau mesin penetas telur. Dinding, hijab harus dipecah agar tercapai pencerahan, akan tetapi harus menunggu kematangan spiritual seseorang. Seorang Guru membuat suasana lingkungan menjadi kondusif, akan tetapi peningkatan spiritual harus dilakukan sendiri oleh murid.

 

 

Dalam sebagian besar kebudayaan dan masyarakat, telor merupakan lambang kelahiran dan kebangkitan. Bagi Umat Nasrani, telor merupakan simbol dari Perayaan Paskah di berbagai gereja, karena itulah ketika gereja mulai merayakan kebangkitan Yesus pada abad kedua, telur menjadi simbol yang populer. Pada masa itu, orang-orang kaya menghias telur dengan daun dari emas, sementara orang yang kurang mampu merebus telur dengan bunga atau daun tertentu sehingga kulit telurnya menjadi berwarna.

Melempar suruh mengubah status lama

Suruh atau sirih adalah tanaman asli tropis dan mempunyai banyak manfaat terutama yang berkaitan dengan antiseptik. Bagi yang percaya sirih juga mempunyai kekuatan untuk menawarkan ilmu hitam. Sirih melambangkan sifat rendah hati, suka memberi serta memuliakan orang lain. Lain dengan tanaman benalu yang merugikan tanaman tuan rumah yang ditempatinya, tanaman sirih sama sekali tidak menganggu tanaman tuan rumah yang ditumpanginya. Bahkan daun sirih yang lebat melindungi dan menjaga kelembaban tanaman yang ditumpanginya. Tanaman sirih menyatu dengan tanaman yang ditumpanginya dengan cara menjalar dan melilitnya.

 

 

Ritual saling melempar suruh antara penganten pria dan penganten wanita melambangkan, saling melempar masa lalunya, menuju masa hidup baru yang saling membelit mesra. Daun sirih digulung dengan pengikat lawe, benang kain putih bermakna masa lalu telah digulung dan dilempar dengan rasa penuh kesucian.

Suruh sendiri berasal dari ngangsu kawruh, belajar ilmu, belajar ilmu sejati sejati tentunya. Pengantin pria dan wanita berhasrat untuk belajar ilmu sejati berdua. Penggabungan kekuatan maskulin dan feminin menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Lambang persatuan lingga dan yoni seperti yang terdapat di Candi Sukuh melambangkan kekuatan penciptaan yang luar biasa terjadi akibat berpadunya kekuatan Yang dan Yin, Maskulin dan Feminin.

 

Penggantian nama pengantin pria pada zaman dahulu

Penggantian nama setelah perkawinan oleh nenek moyang kita mempunyai landasan yang kuat. Nama yang dihayati betul-betul oleh yang pemiliknya, seperti sebuah afirmasi, sebuah mantra yang mujarab. Kita pernah mempunyai Presiden Sukarno, Karna yang baik, kemudian Suharto, harta yang baik, selanjutnya Susilo, sila-dasar yang baik.

Sejak zaman dulu nama seseorang diubah ketika dia menjadi seorang Raja. Ken Arok setelah menjadi Raja disebut Sri Rajasawardhana. Gusti Herjuna Darpita setelah dinobatkan sebagai raja diberi gelar Sri Sultan Hamengkubuwana ke X. Setelah seseorang menjadi Raja visi, wawasannya harus luas selaras dengan namanya yang baru, Hamengkubuwana berarti pengelola dunia.

 

 

Nama baru yang diberikan setelah seorang memulai hidup baru mempunyai tujuan mulia tertentu. Misalnya, ayah kami semasa lajang bernama Woekirno, dan setelah kawin namanya menjadi Woekirno Prawiradharmadja, selain menjadi putra Eyang Prawiradimeja juga sudah menjadi menantu Eyang Dharmawiyata. Kebiasaan membujang Woekirno harus dibuang, dan harus berkesadaran sudah menjadi suami orang dan wajib membawa nama baik orang tua dan mertuanya.

 

Pemberian nama baru dalam tradisi Jawa tersebut bisa dikaitkan dengan ajaran Yang Mulia Dharmakirti Svarnadwippi, seorang Guru Besar di zaman Sriwijaya. Ajarannya tentang Boddhichitta, Kesadaran Murni dipelajari oleh Yang Mulia Atisha dari India dan disebarkan di Tibet. Dalai Lama sangat menghormati Guru Besar Dharmakirti dan Atisha. Ajaran Guru Besar Atisha yang terkenal di antaranya adalah setelah mencapai pemahaman tentang Kesadaran Murni, maka tiba saatnya untuk membuang conditioning lama, dan menggantinya dengan kesadaran baru. Memperbaiki conditioning mind dengan created mind yang harus diterapkan dalam keseharian, sehingga terjadi kelahiran kembali, kelahiran kesucian di dalam diri. Pemberian nama baru dimaksudkan sebagai pemerkuat created mind untuk memperbaiki conditioning mind. Nama yang dihayati pemiliknya menjadi afirmasi baru yang efektif bagi pemiliknya.

 

 

Penghormatan pada Alam Semesta

 

Pemahaman tentang Kesadaran unsur Air

Dr. Masaru Emoto menemukan bahwa air mempunyai kesadaran, air membentuk kristal hexagonal yang cantik ketika mendapat vibrasi kasih dan rusak bentuknya ketika mendapat vibrasi negatif. Benda di alam ini mengandung 5 unsur elemen alami yaitu: ruang, angin, api, air dan tanah. Adonan atau komposisi dari  elemen tiap benda atau makhluk hidup berbeda. Tanaman yang sebagian besar kandungannya berupa air, jelas akan terpengaruh oleh vibrasi negatif ataupun positif sesuai dengan penemuan Dr. Masaru Emoto tersebut.

 

 

Emosi Tanaman

Seorang Amerika menghubungkan kedua elektrode ”lie detector” pada sebatang bunga Adhatoda Vasica, kemudian menyiramkan air pada bagian akar bunga, setelah itu dia menemukan pena elektronik dari lie detector dengan cepat menggoreskan suatu garis lengkung. Garis lengkung ini persis sama dengan garis lengkung dari otak manusia ketika dalam waktu yang sangat pendek mengalami suatu rangsangan maupun kegembiraan.

Selanjutnya, dia meletakkan dua tanaman dalam pot dan salah seorang siswa diminta menginjak-injak salah satu tanaman sampai mati, dan kemudian tanaman yang masih hidup dipindah ke dalam ruangan dan dipasangi lie detector. Empat orang siswa diminta masuk ruangan satu per satu. Ketika giliran siswa kelima, siswa yang menginjak tanaman masuk ke dalam, belum sampai berjalan mendekat, pena elektronik segera menggoreskan suatu garis lengkung, suatu garis lengkung yang terjadi saat manusia merasa ketakutan. Luar biasa, tanaman mempunyai emosi, tanaman mempunyai kesadaran.

 

 

Menghormati Alam

Vibrasi kasih terhadap tanaman, seperti menyiram dan memberi pupuk, dan memakainya sebagai uba-rampe, perangkat upacara ritual memberikan pengaruh positif. Uba-rampe yang biasanya meliputi, kelapa muda, pisang, sirih, berbagai bunga dan buah-buahan, janur kelapa, padi, bambu dan lain-lainnya mengakibatkan tanaman-tanaman tersebut dilestarikan masyarakat. Menurut para pecinta alam, penghargaan terhadap uba-rampe, persembahan memberikan vibrasi positif yang akan diterima kelompok-kelompok tanaman di seluruh bumi ini yang terwakili dalam uba-rampe. Penggunaan uba-rampe persembahan merupakan penghormatan terhadap lingkungan, terhadap alam. Selanjutnya, manusia akan mendapatkan imbalan kasih dari tanaman dan lingkungan.

 

Nenek moyang mempunyai kearifan untuk tidak memotong pohon di daerah tangkapan air. Akar-akar pohon mampu menahan air, sehingga volume air di mata air tetap. Pembabatan pohon membuat volume mata air menyusut. Pohon perlu dihormati, tidak ditebang dengan semena-mena. Pada zaman dahulu, semasa gunung masih diselimuti hutan belantara, air krasan singgah di antara akar-akar pohon dan enggan mengalir kesebelah bawah. Perbedaan volume air di musim penghujan dan musim kemarau tidak begitu besar. Begitu selimut hutan tersingkap karena dibabat makhluk yang serakah, air sudah tidak krasan lagi di gunung, di musim penghujan langsung berkumpul di sungai meluap menjadi banjir, dan dimusim kemarau air di gunung sudah tidak tersisa, kekeringan terjadi dimana-mana. Butir-butir tanahpun terseret banjir dan diendapkan di sungai-sungai yang menyebabkan pendangkalan. Leluhur kita menghormati alam semesta.

 

 

Hakikat perkawinan

Berikut ini cuplikan dari Buku Saptapadi karya Bapak Anand Krishna, terbitan Gramedia Pustaka Utama, cetakan tahun 2006. Setelah menjelaskan langkah-langkah calon pasangan suami istri yang diwakili dengan perkembangan masing-masing chakra, sampailah pada chakra kelima.

 

 

Langkah Kelima – Janji Kelima

Lapisan kesadaran atau chakra kelima – satu langkah lagi menuju Kesadaran Murni. Sepasang anak manusia yang telah memutuskan untuk hidup bersama itu berjanji: Together we shall work to enrich our lives with Consciousness. Bersama kita akan berupaya untuk memperkaya hidup kita dengan Kesadaran.

Sekarang yang dibicarakan bukanlah kekayaan dan kesejahteraan duniawi untuk kenyamanan hidup semata. Sekarang, urusan perkawinan itu mengarah ke kesadaran, urusan rohani, urusan spiritualitas murni. Sekarang urusannya dengan kesadaran dan pencerahan.

 

 

Pada tahap ini mereka mengurusi pembersihan dari segala macam sampah yang mau tak mau terkumpul selama ini. Hidup dalam dunia ini ada input yang memiliki output dan by product-nya. Persis seperti dalam sebuah laboratorium. Ada hasilnya, ada pula sampahnya. Sekarang, saatnya calon pasangan membersihkan diri dari sampah-sampah macam itu.

Ketika sedang mempraktekkan cinta, benci adalah sampahnya. Sampah ini pun selalu ada di dalam diri manusia, walau yang terlihat di muka hanyalah cinta. Ketika manusia sedang mempraktikkan kebenaran , kepalsuan adalah sampahnya. Dan kepalsuan itu pun tetap ada di dalam diri manusia, bila tidak dikeluarkan.

 

 

Banyak orang yang telah bermeditasi hingga bertahun-tahun, kemudian tergoda oleh kepalsuan, dan kebenaran pun terlupakan dalam sekejap. Kenapa? Apa yang terjadi? Karena, selama ini mereka tidak mengeluarkan sampah-sampah yang ada dalam diri mereka. Sampah-sampah itu mereka simpan. Mereka lupa membersihkan diri. Persis seperti pecandu narkoba yang merasa sudah sehat karena sudah tidak mengkonsumsi narkoba lagi. Ia tidak tahu bahwa perasaan tanpa kesadaran hanya bertahan sesaat saja. Pemicu di luar dapat mengubahnya setiap saat kapan saja.

Langkah kelima ini diambil bersama untuk membersihkan diri dari sampah-sampah pikiran, ingatan dan keinginan-keinginan yang berlebihan; karena susu semurni apa pun akan rusak bila wadah yang digunakan untuk menyimpannya tidak bersih.

Janji ini dibuat untuk letting go of the past. Apa pun yang terjadi di masa lalu, ya sudah… Masa lalu memang tidak bisa diperbaiki, termasuk konsekuensi dari perbuatan kita di masa lalu. Akibatnya harus dipikul, tetapi masa depan masih dapat diperbaiki. Masa depan lahir dari kandungan masa ini, dari hari ini. Inilah kesadaran, dan kesadaran seperti inilah yang dapat memperkaya hidup kita.

Calon istri berbahagia: Your beautiful words make me honor, trust and love you. Kata-katamu yang indah membuatku menghormati, mempercayai dan mencintaimu.

 

 

Langkah Keenam – Janji Keenam

Calon suami berkata: You have truly filled my heart with happiness, may you be filled with peace. Kau telah membahagiakan hatiku, semoga kedamaian mengisi hatimu pula.

Calon istri menjawab: I will always support you in all your virtuous acts. Aku akan selalu mendukungmu dalam kegiatan-kegiatanmu yang baik dan mulia.

 

 

Langkah Ketujuh – Janji Ketujuh

Lapisan kesadaran atau chakra ketujuh berkaitan dengan keseimbangan sebagai hasil dari sanggam atau senggama – pertemuan. Bukan sekedar pertemuan, tetapi The Meeting, The Union, Pertemuan Agung. Calon suami mengambil langkah ketujuh bersama calon istri, dan berkata:  From now onwards, we are friends. Mulai sekarang, sejak detik ini juga kita berteman.

Persahabatan, kemitraan – itulah tujuan perkawinan. Persahabatan adalah sesuatu yang luar biasa.persahabatan adalah langkah awal menuju Pertemuan Agung. Persahabatan dengan sesama manusia adalah anak tangga yang dapat mengantar kita kepada-Nya.

Persahabatan tidak membutuhkan perekat lagi. Cinta pun sudah tidak dibutuhkan sebagai perekat, karena persahabatan lahir dari cinta itu sendiri.bagaikan garam dalam air laut, cinta sudah ada dalam persahabatan. Garam masih dapat dipisahkan, diekstrak dari air laut, cinta tidak bisa dipisahkan dari persahabatan. Tidak ada persahabatan tanpa rasa cinta. Seorang perempuan yang memahami pula ketulusan calon suaminya, dan ia mengatakan: Our frienship is now complete, I therefore promise in good faith and with pure mind that I shall not cause you disturbance in all yaour beneficial undertakings. I love you and love such undertakings of yours. Sempurna sudah persahabatan kita, maka aku berjanji tak akan mengganggumu dalam usaha-usahamu yang menguntungkan dan demi kebaikan sesama. Aku mencintai dirimu dan segala kegiatanmu itu.

 

 

Berada pada lapisan kesadaran ketujuh ini, kepentingan pribadi pun sudah tidak relevan lagi. Kepentingan keluarga dan pribadi harus mengalah pada kepentingan sesama. Dari aku ke kamu, dari kamu ke kita dan dari kita ke semua atau sesama. Inilah perjalanan hidup. Inilah tujuan perkawinan.

Bila manusia ingin menikah karena urusan selangkangan semata, mereka belum layak untuk itu. Bila manusia ingin menikah hanya untuk memperoleh keturunan, sebaiknya mereka memungut seorang yatim piatu. Namun, bila ingin mencapai kesempurnaan diri lewat perkawinan, lewat persahabatan, masukilah wilayah suci ini dengan penuh percaya diri.

Masukilah wilayah suci ini demi kesucian dan penyebaran kesucian. Sebarkan kesucian. Berbagilah kesucian itu dengan sesama manusia, dengan sesama makhluk hidup. Pasangan kita adalah sahabat kita dalam tugas suci ini. Inilah makna perkawinan yang dikenal oleh budaya asal kita; makna yang sudah terlupakan lama. Kita boleh beragama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, apa saja… makna perkawinan ini tidak melanggar nilai-nilai dasar yang ada dalam agama kita, karena makna perkawinan ini bersifat user friendly. Sangat layak bagi manusia dan kemanusiaan di dalam dirimu.

 

Pasangan kita bukanlah milik kita, karena hanya Dialah Pemilik Tunggal Alam Semesta – Al Malik. Syukurilah keberadaannya di samping Anda, karena Ia telah menitipkannya kepada Anda.

Sahabatku, saudaraku, dengan kesadaran seperti inilah hendaknya kita mengisi perkawinan kita, maka kebahagiaan pun akan datang sendiri. Kemudian, sebarkan kebahagiaan ini ke seluruh kota, ke seluruh negeri, ke seluruh dunia. Itulah langkah pertama menuju kedamaian dunia, kedamaian alam semesta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s