Just another WordPress.com site

Upacara Mitoni Tingkeban

Setelah upacara Perkawinan Upacara Mitoni atau Tingkeban adalah upacar berikutnya yang biasa dilakukan dalam adat untuk menyambut dan mempersipkan lahirnya sang jabang bayi buah cinta hasil pernikahan.

Upacara Mitoni atau Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan bagi wanita hamil tujuh bulan. Tujuannya adalah untuk membentuk jiwa sang calon bayi semenjak ia masih didalam kandungan. Upacara ini diadakan pada hari Rabu atau Sabtu pada pertengahan bulan dari pukul Sembilan sampai pukul Sebelas pagi hari. Pada upacara ini sang calon ibu dimandikan oleh orang tuanya, kakek neneknya, dan keluarga yang dituakan lainnya. Air yang digunakan untuk mandi merupakan campuran air dan beberapa jenis kembang (kembang setaman) yang dipetik dari satu kebun.

Upacara mitoni menurut beberapa kepercayaan adat istiadat Jawa, hanya dilakukan oleh calon ibu yang sedang mengandung anak pertama dan usia kehamilan memasuki bulan ke 7, sebagai upacara syukuran agar janin yg sedang dikandung senantiasa memperoleh keselamatan. Secara psikologis upacara ini juga memberikan juga bekal pemahaman kepada calon ibu mengenai apa yang akan dihadapinya menjelang masa persalinan. Sebuah tugas yang suci untuk meneruskan genarasi umat manusia. Biasanya untuk anak kedua dan seterusnya tidak dilakukan upacara ini, karena sang ibu tentu saja telah memiliki pengetahuan yang baik dalam melahirkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s