Just another WordPress.com site

Filosofis Mitoni

Dalam tradisi Jawa, mitoni merupakan rangkaian upacara siklus hidup yang sampai saat ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa. Kata mitoni berasal dari kata ‘am’ (awalan am menunjukkan kata kerja) + ’7′ (pitu) yang berarti suatu kegiatan yang dilakukan pada hitungan ke-7. Upacara mitoni ini merupakan suatu adat kebiasaan atau suatu upacara yang dilakukan pada bulan ke-7 masa kehamilan pertama seorang perempuan dengan tujuan agar embrio dalam kandungan dan ibu yang mengandung senantiasa memperoleh keselamatan.
Mitoni tidak dapat diselenggarakan sewaktu-waktu, biasanya memilih hari yang dianggap baik untuk menyelenggarakan upacara mitoni. Hari baik untuk upacara mitoni adalah hari Selasa (Senin siang sampai malam) atau Sabtu (Jumat siang sampai malam) dan diselenggarakan pada waktu siang atau sore hari.
Tempat untuk menyelenggarakan upacara biasanya dipilih di depan suatu tempat yang biasa disebut dengan pasren, yaitu senthong tengah. Pasren erat sekali dengan kaum petani sebagai tempat untuk memuja Dewi Sri, dewi padi. Karena kebanyakan masyarakat sekarang tidak mempunyai senthong, maka upacara mitoni biasanya diselenggarakan di ruang keluarga atau ruang yang mempunyai luas yang cukup untuk menyelenggarakan upacara.Serangkaian upacara Mitoni adalah sebagai berikut:
1. Siraman dengan air bunga oleh Bapak,Ibu, Bapak dan Ibu Mertua, suami
2. Memecah kelapa cengkir, sang suami diminta memecah dan membelah dua buah kelapa gitu deh
3. Upacara memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain calon ibu sampai pecah
4. Upacara Brojolan.
5. Upacara ganti busana sebanyak 7 jenis kain batik dengan motif khas (dengan digendong masuk oleh sang suami)
6. Upacara memutus lilitan janur
7. Upacara memecahkan periuk.
8. Upacara minum jamu
9. Upacara nyolong endhog
10. Upacara jual rujak atau dodol dhawet
Secara Psikologis Upacara ini mempersiapkan calon ibu dengan acara persalinan yang akan segera dilakukan. Akan tetapi bukan calon ibu saja yang dipersiapkan secara psikologis, akan tetapi juga suami calon ayah, dan juga seluruh keluarga baik dari sisi wanita ataupun laki-laki. Sekaligus membentuk silatirahmi yang baik kepada seluruh kerabat keluarga besar dan juga masyarakat.
Seorang bayi akan dilahirkan. Dan kelahiran setiap bayi adalah istimewa. Kerana sang bayi akan mambawa tugas suci dari Sang pencipta alam, untuk menggenapkan atau melengkapi tugas kemanusiaan di muka bumi di alam semesta. Semua yang terkait dengan bayi diminta untuk memperhatikan keseluruhan proses persiapan kelahiran, agar tidak ada yang tidak benar. Dalam upacara ini juga akan terlihat jika si ibu kekurangan gizi, atau bahkan si bayi di dalam rahim yang kurang gizi. Seluruh masyarakat dan bukan hanya keluarga akan diminta untuk memperhatikan dan bahkan membantu jika keluarga yang melakukan upacara ternyata dalam kondisi yang tidak baik.
Kehadiran lengkap seluruh anggota keluarga, bagaimana mereka bersikap, akan memberikan sebuah gambaran bagaimana bayi yang akan lahir diasuh oleh keluarga besar, akan jadi baik kah ? Terlihat dari bagaimana keluarga bersilaturahmi dan berkomunikasi pada acara ini. Benar-benar sebuah disain acara yang luar biasa, memiliki dimensi makna yang sangat dalam.

2 responses

  1. siska

    hai,

    mau tanya, paket mitoni berapaan ya?
    Thx

    August 28, 2012 at 4:33 pm

    • Paket Mitoni (tingkeban) berkisar antara 3 jt sampai 3,5 jt (tanpa dekorasi). Yang membuat bertambahnya komponen harga adalah item upacara/pesta yang ditambahkan, misalkan cetering atau makanan yang disediakan bagi para undangan, atau adanya asesories yang ditambahkan. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kami ke pin BB.29BC76BA

      April 28, 2013 at 10:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s